November 12, 2012

Perubahan dan Perkembangan Organisasi


Faktor-Faktor Perubahan Organisasi

Setiap organisasi selalu membutuhkan suatu perubahan, perubahan tersebut sebagai reaksi terhadap perubahan dalam lingkungan organisasi tersebut. Perubahan organisasi mengacu kepada hal yang berkaitan dengan aktivitas pelaksanaan tugas di dalam suatu organisasi, sehingga menuju kepada suatu keadaan di dalam perusahaan tersebut yang dianggap lebih baik oleh pihak manajemen seiring dengan berjalannya waktu. Restrukturisasi organisasi adalah salah satu dari bentuk perubahan organisasi.

Penyebab Perubahan:

1. Internal
  •  Perubahan Internal yang Direncanakan.
  •  Perubahan Internal Tidak Direncanakan.
2. Eksternal 
  • Perubahan Eksternal yang Direncanakan.
  • Perubahan Eksternal Tidak Direncanaka.

Tingkat Perubahan Organisasi:

1. Perubahan pada sikap individu dalam organisasi
    Meliputi: Aspek pengetahuan, Sikap/perilaku, Ketidakpuasan (aksi mogok)

2. Perubahan pada tingkat kelompok
  • Kelompok sebagai media/wahana perubahan
  • Kelompok sebagai sasaran perubahan
  • Kelompok sebagai agen perubahan
3. Perubahan tingkat organisasi
  • Promosi kenaikan jabatan seseorang dalam organisasi berimplikasi pada perubahan posisi jabatan.
  • Perubahan peran dalam aktivitas formal organisasi.
  • Perubahan pada tingkat organisasi berbeda dan cenderung rumit dibandingkan dengan perubahan di tingkat individu dan kelompok. 

Proses Perubahan
 
•    Mengadakan pengkajian
•    Mengadakan identifikasi
•    Menetapkan perubahan
•    Melakukan evaluasi


Ciri – Ciri Pengembangan Organisasi

1. Merupakan strategi terencana dalam mewujudkan perubahan organisasional, yang memiliki sasaran jelas berdasarkan diagnosa yang tepat tentang permasalahan yang dihadapi oleh organisasi.


2. Merupakan kolaborasi antara berbagai pihak yang akan terkena dampak perubahan yang akan terjadi.

3. Menekankan cara-cara baru yang diperlukan untuk meningkatkan kinerja seluruh organisasi dan semua satuan kerja dalam organisasi.

4. Mengandung nilai humanistik dimana pengembangan potensi manusia menjadi bagian terpenting.

5. Menggunakan pendekatan komitmen sehingga selalu memperhitungkan pentingnya interaksi, interaksi dan interdependensi antara berbagai satuan kerja sebagai bagian integral di suasana yang utuh.

6. Menggunakan pendekatan ilmiah dalam upaya meningkatkan efektivitas organisasi.


Metode Pengembangan Organisasi

1. Sensitivity training
Merupakan teknik OD yang pertama diperkenalkan dan dahulu paling sering digunakan. Teknik ini sering disebut juga T-group. Dalam kelompok kelomok T (Training) yang masing masing terdiri atas 6 – 10 peserta, pemimpin kelompok membimbing peserta meningkatkan kepekaan terhadap orang lain, serta ketrampilan dalam hubunga antar-pribadi.

2. Team Building
Pendekatan yang bertujuan memperdalam efektivitas serta kepuasaan tiap individu dalam kelompok kerjanya atau tim. Teknik team building sangat membantu meningkatkan kerjasama dalam tim yang menangani proyek dan organisasinya bersifat matriks.

3. Survey feedback
Dalam teknik sruvey feedback. Tiap peserta diminta menjawab kuesioner yang dimaksud untuk mengukur persepsi serta sikap mereka. Hasil survei ini diumpan balikkan pada setiap peserta, termasuk pada para penyelia dan manajer yang terlibat. Kegiatan ini kemudian dilanjutkan dengan kuliah atau lokakarya yang mengevaluasi hasil keseluruhan dan mengusulkan perbaikan perbaikan konstruktif.

4. Transcational Analysis (TA)
TA berkonsentrasi pada gaya komunikasi antar-individu. TA mengajarkan cara menyampaikan pesan yang jelas dan bertanggung jawab, serta cara menjawab yang wajar dan menyenangkan. TA dimaksudkan untuk mengurangi kebiasaan komunikasi yang buruk dan menyesatkan.

5. Intergroup activities
Fokus dalam teknik intergroup activities adalah peningkatan hubungan baik antar kelompok. Ketergantungan antar kelompok, yang membentuk kesatuan organisasi, menimbulkan banyak masalah dalam koordinasi. Intergroup activities dirancang untuk meningkatkan kerjasama atau memecahkan konflik yang mungkin timbul akibat saling ketergantungan tersebut.

6. Proses Consultation
Dalam Process consultation, konsultan OD mengamati komunikasi, pola pengambilan keputusan, gaya kepemimpinan, metode kerjasama, dan pemecahan konflik dalam tiap unit organisasi. Konsultan kemudian memberikan umpan balik pada semua pihak yang terlibat tentang proses yang telah diamatinya , serta menganjurkan tindakan koreksi.

7. Grip OD
Pendekatan grip pada pengembangan organisasi di dasarkan pada konsep managerial grip yang diperkenalkan oleh Robert Blake dan Jane Mouton. Konsep ini mengevaluasi gaya kepemimpinan mereka yang kurang efektif menjadi gaya kepemimpinan yang ideal, yang berorientasi maksimum pada aspek manusia maupun aspek produksi.

8. Third-party peacemaking
Dalam menerapkan teknik ini, konsultan OD berperan sebagai pihak ketiga yang memanfaatkan berbagai cara menengahi sengketa, serta berbagai teknik negosiasi untuk memecahkan persoalan atau konflik antar-individu dan kelompok.

Referensi:
http://ediwibowo88.blogspot.com/2010/05/pendahuluan-1.html
http://oktarahadian.com/perubahan-dan-perkembangan-organisasi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar