November 12, 2012

Komunikasi dalam Organisasi

Pengertian Komunikasi

Komunikasi adalah suatu proses penyampaian pesan atau informasi dari suatu pihak ke pihak yang lain dengan tujuan tercapai persepsi atau pengertian yang sama. Komunikasi dalam organisasi sangat penting karena dengan adanya komunikasi maka seseorang bisa berhubungan dengan orang lain dan saling bertukar pikiran yang bisa menambah wawasan seseorang dalam bekerja atau menjalani kehidupan sehari-hari. Maka untuk membina hubungan kerja antar pegawai maupun antar atasan bawahan perlulah membicarakan komunikasi secara lebih terperinci. Dalam menyalurkan solusi dan ide melalui komunikasi harus ada si pengirim berita maupun si penerima berita.
  
Unsur-unsur Komunikasi

1.Komunikator
2.Menyampaikan berita
3.Berita-berita yang disampaikan
4.Komunikasi
5.Tanggapan atau reaks 

Bagaimana Menyalurkan Ide Melalui Komunikasi?

Menyalurkan ide melalui komunikasi bisa secara lisan maupun tulisan. Salah satu nya adalah dengan memberikan solusi yang tepat kepada orang lain yang membutuhkan solusi untuk menyelesaikan masalah nya.

    Tahapan - tahapan menyalurkan ide melalui komunikasi :
  
  • Ide
         Dalam perumusan disini ide si sender disampaikan dalam kata-kata.
  • Penyaluran
          Penyaluran ini adalah bisa lisan, tertulis, mempergunakan simbol atau isyarat.
  • Tindakan
          Dalam tindakan ini misalnya perintah-perintah dalam organisasi dilaksanakan.
  • Pengertian
          Disini kata-kata si sender yang ada dalam perumusan tadi menjadi ide si receiver.
  • Penerimaan
          Penerimaan ini diterima oleh si penerima berita .

Hambatan - Hambatan Komunikasi

1. Hambatan dari Proses Komunikas.
  • Hambatan dari pengirim pesan, misalnya pesan yang akan disampaikan belum jelas bagi dirinya atau pengirim pesan, hal ini dipengaruhi oleh perasaan atau situasi emosional.
  • Hambatan dalam penyandian/simbol, hal ini dapat terjadi karena bahasa yang dipergunakan tidak jelas sehingga mempunyai arti lebih dari satu simbol yang dipergunakan antara si pengirim dan penerima tidak sama atau bahasa yang dipergunakan terlalu sulit.
  • Hambatan media, terjadi dalam penggunaan media komunikasi, misalnya gangguan suara radio dan aliran listrik sehingga tidak dapat mendengarkan pesan.
  • Hambatan dalam bahasa sandi, terjadi dalam menafsirkan sandi oleh si penerima.
  • Hambatan dari penerima pesan, misalnya kurangnya perhatian pada saat menerima mendengarkan pesan sikap prasangka tanggapan yang keliru dan tidak mencari informasi lebih lanjut.
  • Hambatan dalam memberikan balikan, balikan yang diberikan tidak menggambarkan apa adanya akan tetapi memberikan interpretatif, tidak tepat waktu atau tidak jelas dan sebagainya.

2. Hambatan Fisik.

Hambatan fisik dapat mengganggu komunikasi yang efektif, cuaca gangguan alat komunikasi, dan lain-lain, misalnya gangguan kesehatan, gangguan alat komunikasi dan sebagainya.

3. Hambatan Semantik.

Kata-kata yang dipergunakan dalam komunikasi kadang-kadang mempunyai arti mendua yang berbeda tidak jelas atau berbelit-belit antara pemberi pesan dan penerima.

4. Hambatan Psikologis.

Hambatan psikologis dan sosial kadang-kadang mengganggu komunikasi, misalnya; perbedaan nilai-nilai serta harapan yang berbeda antara pengirim dan penerima pesan.

Klasifikasi Komunikasi dalam Organisasi 

1. Dari segi sifat
    a. Komunikasi Lisan
        Komunikasi yang berlangsung lisan / berbicara. 
        Contoh: Presentasi.
    b. Komunukasi Tertulis
        Komunikasi melalui tulisan. 
        Contoh: Email.
    c. Komunikasi Verbal
        Komunikasi yang dibicarakan/diungkapkan.
        Contoh: Curhat.
    d. Komunikasi Non Verbal
        Komunikasi yang tidak dibicarakan.
        Contoh: Seseorang yang nerves.

2. Dari segi arah
    a. Komunikasi Ke atas
        Komunikasi dari bawahan ke atasan.
    b. Komunikasi Ke bawah
        Komunikasi dari atasan ke bawahan.
    c. Komunikasi Horizontal
        Komunikasi ke sesama manusia / setingkat.
    d. Komunikasi Satu Arah
        Pemberitahuan gempa melalui BMKG (tanpa ada timbal balik).
    e. Komunikasi Dua Arah
        Berbicara dengan adanya timbal balik/ saling berkomunikasi.

3. Menurut Lawan
     a. Komunikasi Satu Lawan Satu
        Berbicara dengan lawan bicara yang sama banyaknya. 
        Contoh: Berbicara melalui telepon.
    b. Komunikasi Satu Lawan Banyak (kelompok)
‏        Berbicara antara satu orang dengan suatu kelompok. 
        Contoh: Kelompok satpam menginterogasi maling.
    c. Kelompok Lawan Kelompok
        Berbicara antara suatu kelompok dengan kelompok lain.
        Contoh: Debat partai politik.

4.Menurut Keresmian

    a. Komunikasi Formal
        Komunikasi yang berlangsung resmi.
        Contoh: Rapat pemegang saham.
    b. Komunikasi Informal
        Komunikasi yang tidak resmi.
        Contoh: Berbicara dengan teman.

Referensi:
http://beruangkaki5.blogspot.com/2012/06/komunikasi-dalam-organisasi.html
http://padshaa.blogspot.com/2012/11/komunikasi-dalam-organisasi.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar